15
Apr
10

Aku bebas ,,,,,^_^

Aku termasuk orang yang dibesarkan di lingkungan islami, ayahku termasuk orang yang taat beribadah, sejak kecil aku rajin sekali berangkat ke masjid ta’lim, setelah pulang sekolah aku ke madrasah dan habis dari madrasah aku pesantren lagi, seperti itulah setiap hari, sampai aku masuk SMP pun masih seperti itu, dan berakhir setelah aku lulus memasuki SMA, setiap mau keluar rumah aku harus berjilbab, rasanya seperti telanjang jika aku tidak menutupi rambutku ini, sampai sekarang aku bekerja pun masih berjilbab, tapi lama-lama, aku mersakan risih juga dengan pakaian ku ini, aku melihat orang lain yang bergaya asal-asalan tidak pakai jilbab, berpakaian seperti layaknya dirumah saja, mereka begitu bebas mengekspresikan gaya mereka, sedangkan aku, aku harus terlilit dengan jilbab, karena selama ini, aku berpakaian seperti ini karena ngikutin teman-temanku di pesantren, selain itu aku mengeyam pesantren lama sekali jadi rasanya malu sekali jika aku harus melepaskan jilbabku ini, apalagi ayahku yang selalu mengingatkan aku harus berpakaian yang rapih dan sopan karena aku ini seorang perempuan, baru terasa sekarang bahwa aku ingin mengekspresikan semuanya semauku, apapun seperti orang lain termasuk cara berpakaian ku. Kemudian akupun memberanikan diri untuk melepas jilbab ku ini, hari pertama memang rasanya sedikit agak gimana,,,,,,gitu ^_^, ya malu lah, dan setelah beberapa hari lumayan juga, disini aku merasakan ada sedikit kebebasan, m,, tapi bukan hanya  sedikit, rasanya aku bebaaaaaaaaaaaaaasssssssssssss banget, seperti,,,,,merasakan, kemerdekaan! Ya itu dia, merdeka, bebas, rasanya plong bgt, ^_^hhe,,,parah yaw,,,,,rasanya sekarang aku bebas melakukan apapun yang aku mau, dan anehnya gak ada komplain dari ayah maupun ibu, mereka malah biasa aja, fine, no problemo, mungkin selama ini aku Cuma ngikutin temen-temen aku karena malu jika cara berpakaian ku beda sama meraka, orantuaku gk pernah maksa, dan sekarang aku gk peduli sama tanggapan mereka ke aku, aku mau kalau aku pake jilbab nanti atas kemauan ku sendiri, semoga Allah SWT memberi hidayah-Nya sama aku ^_^. Amin 

dan satu lagi, aku mau membuat sebuah pengakuan , kalau aku, adalah seorang pembunuh (T_T)

Ceritanya gini temen2;

Waktu itu, (hiks) aku lagi asik maen sepeda (hiks), tiba-tiba ada yang lewat didepan ku (hiks), karna sepeda yang aku naikin lajunya kenceng bgt, (hiks) aku kewalahan buat nge-rem sepedaku, dan terjadilah pembunuhan itu (hiks), Arrrrrggggghhhhh (hiks hiks) aku membunuh seekor itik, (T_T), kepalanya terindas oleh ban sepedaku (hiks hiks hiks hiks T_T hiks T_T hiks T_T) terus karna aku takut, aku langsung pulang kerumah (hiks, waktu itu aku masih kecil, belum tau arti tanggung jawab hiks), setelah itu aku gk tau nasib itik nya (hiks) mungkin udah mati, dan aku gk bisa ngebayangin expresi si empunya itik itu, pasti marah bgt (hiks), tapi untungnya si empunya itik gk lapor polisi (^_^) aku sedikit lega, ya allah maaf kan aku, aku tidak sengaja membunuhnya, dan juga ketidak tanggung jawaban ku, maaf,,,,,maaf,,,,,,(T_T)

hhe,,,,,,^_^

Iklan

17 Responses to “Aku bebas ,,,,,^_^”


  1. April 15, 2010 pukul 4:52 am

    Waduh, beneran lepas jilbab..? Waduh…. bahaya… 😦

  2. April 15, 2010 pukul 6:00 pm

    bener banget, kalo mang gag nyaman, untuk skrg ya lepas aja namun bila sudah ada panggilan jiwa, pake ya..
    jangan kayak artis2, pake jilbab hanya untuk tren. lagian jilbab kan utk menutupi aurat, namun kalo berjilbab tapi pakeannya ngetat, kan sama dengan bo’ong, menonjolkan apa yang sudah menonjol..

  3. 9 MU2
    April 16, 2010 pukul 9:46 am

    “aku mau kalau aku pake jilbab nanti atas kemauan ku sendiri, semoga Allah SWT memberi hidayah-Nya sama aku”
    alasan yang tepat untuk menentukan berjilbab atau tidak. Tapi kalau sebelumnya sudah berjilbab, kenapa harus melepas jilbab untuk menemukan alasan itu… bukankah lebih mudah kalau kita merubah pola pikir kita sendiri mengapa kita harus berjilbab? bagaimana kalau Tuhan tidak memberi hidayahnya untuk mengembalikan jilbabmu? bukankan Rasulullah pun tidak bisa memberi jaminan tentang kapan dan kepada siapa hidayah Allah diberikan?

    any way… salut buat kejujuran n keterbukaanmu. semoga dengan itu, hidayah Tuhan selalu tercurah kepada kita semua…

    • April 16, 2010 pukul 10:01 am

      soalnya pola pikir saya masih kekanak-kanakan mas,mba, jadi rasanya kepaksa bgt klo pke jilbab, saya juga sedang meyakinkan diri agar saya bisa kembali berjilbab dengan senang hati sehingga saya tidak merasa iri lagi sama yg gk pke jilbab. terima kasih atas masukannya.

      ‘hidayah Tuhan selalu tercurah kepada kita semua…’ amin 🙂

  4. April 16, 2010 pukul 11:31 am

    hmmmm 😀
    harus ikuti kata hati terus yahh…dan ikuti kata orangtua…
    😀
    salam kenal..ditunggu kunjungan baliknya…
    😀

  5. April 16, 2010 pukul 11:38 am

    hm, no coment deh. jati diri memang penting, selamat menemukannya dengan berbagai cara yang kau yakini. salam kenal, thanks udah berkunjung 🙂

  6. April 16, 2010 pukul 3:58 pm

    mau ngasih nasehat, maaf ya, jangan tersinggung dulu ya,

    setelah baca tulisan saya bebas setelah lepas jilbab, saya merasa kasihan sekali sama dirimu, jika kamu tahu bahwa menggunakan jilbab adalah bentuk ketaatan kepada Allah, ini mendatangkan pahala,jika kamu ikhlas memakainya… tapi… setelah engkau lepas, maka mulai dari engkau melepas jilbabmu di luar rumah, maka dari situ engkau mulai mengumpulkan dosa-dosa, jika engkau melepasnya dengan terpaksa, engkau tetap mendapatkan dosa, apalagi engkau merasa bebas setelah buka jilbab, tentu dosanya lebih besar lagi….

    ukhti… tahukah engkau siapa yang maha mampu mencabut nyawa manusia?
    ukhti… mati itu tidak memandang usia, jangan kira karena engkau masih muda, trus bebas dari kematian,… jangan kira orang yang sehat tidak mempunyai penyakit apapun tidak bisa mati tanpa sebab,… Allah maha kuasa…

    Demikian juga engkau wahai ukhti, tidak kah engkau bisa membayangkan, tatkala engkau melepas jilbabmu, engkau merasa bebas, tiba-tiba Allah mengambil nyawamu? Sungguh tiap muslim mendambakan kematian yang khusnul khatimah, bukan su’ul khatimah, lalu, bagaimana jika kita sedang bermaksiat kepada Allah, lalu Allah cabut nyawa kita?? na’udzubillah min dzalik,… melepas jilbab di luar rumah adalah termasuk kemaksiatan kepada Allah,

    mungkin ini nasehat khusus buat dirimu, juga muslimah lainnya yang masih belum menutup aurat mereka, dan… setelah membaca tulisan yang engkau tulis, maka saya posting artikel di blog saya, silahkan baca disini:
    http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/04/16/siapa-yang-menyuruhmu-memakai-jilbab/

    Mudah-mudahan bisa diambil manfaatnya, dan… niatkan dan ikhlaskan niat engkau untuk berjilbab, hanya karena mengharapkan keridhaan Allah, bukan yang lainnya, bukan karena manusia, bukan karena trend dan mode… bukan….
    maaf ya, jika ada kata-kata yang kurang berkenan…
    jangan lepas lagi jilbabmu………

    • April 17, 2010 pukul 3:49 am

      Terimakasih

      selama ini saya berjilbab memang terpaksa, makanya saya melepasnya.
      saya tidak ingin keterpaksaan, yang ada nanti setiap hari saya mengeluh, tidak enak rasanya kalau setiap hari penuh dengan keluhan.
      saya hanya ingin berjilbab jika hati ini sudah ikhlas.

      pola pikir saya sekarang memang kekanak-kanakan, *18 tahun masa masih kekanak-kanakan :D*

      terimakasih sekali, dengan masukan mas Maulana , saya mulai merenung kembali, dan dengan banyak renungan semoga hati saya terbuka untuk ikhlas berjilbab. saya sangat berterimakasih, bukan tersinggung, saya sadar kq mas.
      tapi hati saya masih menunggu untuk ikhlas melakukannya.

      • April 17, 2010 pukul 6:25 am

        Semoga kisah yang baru saya posting bisa mengubah cara berpikir ukhty,..

        Dan perlu di ingat, manusia akan dikumpulkan di akherat nanti dengan orang yang dicintai, sebagaimana hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,

        Jika engkau mencintai orang-orang yang membuka jilbabnya, maka engkaupun akan dikumpulkan dengan mereka, apabila engkau mencintai orang-orang kafir, artis-artis itu , maka engkaupun akan dikumpulkan bersama mereka, na’udzubillah min dzalik…

        Makanya perlunya ilmu sebelum beramal, sehingga apa yang kita lakukan menjadi keyakinan yang kuat , yang tidak akan goyah dengan hantaman kanan kiri yang selalu berusaha mengajak kita ke jurang kenistaan,…

        Pelajarilah tentang jilbab yang benar, yang syar’i, jadi bukan memakai jilbab karena ikut-ikutan,

        Buat renungan wahai ukhty, Rasulullah telah mengancam dengan ancaman yang tidak kecil, besar, bahwa wanita yang berpakaian tapi telanjang, (berpakaian tapi ketat, berjilbab tapi masih memakai pakaian yang membentuk tubuh, sebagaimana banyak wanita yang melakukan di zaman ini, karena jilbabnya adalah bukan jilbab syar’i) apa ancamannya? Tidak akan mencium aroma surga, padahal aroma surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh….. tidakkah ukhty takut?

        Bacalah buku-buku yang berkaitan dengan jilbab yang syar’i, atau ukhty sering online bisa belajar dari internet, banyak ukhty,… ini saya kasih alamatnya :jilbab.or.id, muslimah.or.id

        itu aja dulu, mudah-mudahan bisa memberikan pencerahan, sehingga engkau memakai jilbabmu lagi bukan karena terpaksa, tapi karena mengharap ridha Allah semata,…

        Amal ibadah yang bukan karena Allah, bukan mendapat pahala, tapi mendatangkan dosa…

        Tapi orang yang tidak menjalankan ibadah, dan senang dengan tidak menjalankan ibadah tersebut, maka dosanya lebih besar lagi….

        maaf sebelumnya….

      • April 17, 2010 pukul 6:31 am

        Ikhlas tidak datang begitu saja,

        Sebenarnya, jika ada yang mengatakan saya hanya ingin berjilbab jika hati ini sudah ikhlas, itu adalah perkataan dusta, itu adalah was-was dari syaithan, yang akan menjerumuskan engkau ke jurang yang lebih dalam lagi…

        Justru, dengan memakai jilbab, nanti engkau bisa belajar menumbuhkan rasa ikhlas,

        Justru, dengan memakai jilbab, hati anda akan menjadi sehat,

        Ikhlas harus diusahakan, bukan datang begitu saja,

        Mungkin engkau mengatakan begitu, karena tidak tahu apa makna ikhlas ya?

        oh iya, kisah yang saya posting terakhir yang ini: http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/04/17/perjalanan-yang-jauh/

        Mudah-mudahan bisa menggugah engkau dari….. mudah-mudahan engkau mendapatkan hidayah…

      • April 17, 2010 pukul 9:46 am

        gitu yah,
        *merenung*
        iya!! anda benar, tapi sekarang saya membenarkan tapi besok pasti lupa lagi *penyakit bawaan*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: